Sabtu, 17 Februari 2018

Tafsir Al-Maraghi 27

Tafsir Al-Maraghi 27
Surah Ar-Rahman ayat 13


فَبِأَيِّآلاءِرَبِّكُماتُكَذِّبانِ   


Yang berbunyi   : “Fabiayyi aalaa’i rabbi kumaa tukadzdzibaan”
Yang artinya      : “Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian dustakan?”

Berikut ini arti perkata dari ayat tersebut :
فَبِأَيِّ  yang artinya “Maka yang mana”
 
آلاءِ  yang artinya “Nikmat/kenikmatan
 
رَبِّكُما  yang artinya “Tuhan kamu (kalian)”. Berasal dari kata “Rabbi” yang artinya Tuhan

تُكَذِّبانِ  yang artinya “Didustakan (oleh kalian)”. Berasal dari kata “Kadzaba” yang artinya dusta

 
Asbabun Nuzul ayat 13 Surah Ar-Rahman diturunkan.
Surah Ar-Rahman, sudah jelas namanya saja “Ar-Rahman” yang berarti Maha Pengasih. Surah Ar-Rahman adalah urutan surah yang ke 55 dalam Al-Quran. Surah Ar-Rahman termasuk surah makiyyah karena diturunkan di kota Makkah. Surat ini merupakan jawaban Allah SWT atas pertanyaan orang-orang yang menyekutukan-Nya yang ada pada suatu ayat yang artinya yaitu mereka senantiasa bertanya saat dikatakan kepada mereka bahwa hendaklah mereka bersujud kepada yang Maha Penyayang. Lalu mereka mempertanyakan siapa Ar-Rahman itu. Kemudian dijawablah oleh Allah dengan diturunkannya surah Ar-Rahman ini. 
Di sisi yang berbeda, surah Ar-Rahman ini diturunkan sebagai jawaban dan bantahan atas ucapan penduduk Makkah saat mereka menganggap bahwa manusia lah yang telah mengajarkan Al-Quran, sebagaimana pada ayat yang artinya bahwa sesungguhnya manusia lah yang mengajarkan Al-Quran kepada Rasulullah SAW. Padahal bahasa yang mereka maksud adalah bukan bahasa Arab, sedangkan pada Al-Quran bahasa yang digunakan adalah jelas-jelas bahasa Arab terang. Dan yang mengajarkan Al-Quran kepada Rasulullah SAW yaitu Allah bukan manusia.
“Bukankah saat kita miskin Allah lah yang senantiasa menolong kita? Allah menolong kita sehingga kita dapat berkecukupan? Tidak sepantasnya kita mengingkari hal tersebut. Bukankan saat kita tidak berpakaian ataupun tidak mempunyai pakaian Allah lah yang telah memberi kita pakaian? Bukankah saat kita tidak dikenal lalu Allah lah yang megangkat derajat kita sehingga kita dapat dikenal orang banyak. Bukankah Allah juga lah yang telah menciptakan manusia, makhluk lainnya, dan bumi langit dan juga seisinya? Menjadikan mereka supaya mereka dapat berbicara. Allah jadikan matahari dan bulan beserta perhitungannya. Allah sediakan kayu-kayuan, beragam buah-buahan, baik untuk yang beriman maupun yang ingkar terhadap Allah. Sungguh tidak sepantasnya jika kita mengingkari hal tersebut.”
Yang dimaksud dengan mendustakan nikmat-nikmat Allah tersebut ialah sifat kafir suatu kaum terhadap Allah SWT karena telah mempersekutukan Allah. Pada hakikatnya memang segala kenikmatan itu haruslah disyukuri, entah besar atau kecilnya bentuk kenikmatan tersebut hendaklah tetap kita syukuri. Bukan pada saat kita sakit barulah kita teringat nikmatnya sehat, bukan juga saat kita tua barulah kita teringat nikmatnya kaya namun dengan sedekah. Bersyukurlah kita maka kita akan merasa cukup, dan dengan rasa cukup itu maka kita akan bahagia. Bukan bahagia yang membuat kita besyukur. Dengan mensyukuri apapun yang ada niscaya Allah akan menambah kebahagiaan itu. Namun ada kalanya kita diuji dengan cobaan yang Allah berikan, hal tersebut bukan karena Allah tidak sayang terhadap kita, namun allah hanya menguji seberapa besar keimanan dan kesabaran kita.

Mengapa sampai disebutkan sebanyak 31 kali dalam satu tempat?
Pada surah Ar-Rahman terdapat ayat yang istimewa, saya sebut istimewa karena pada surah Ar-Rahman terdapat satu ayat yang dibaca berulang-ulang sampai 31 kali. Mengapa sampai diulang sampai 31 kali dalam satu tempat? 8 kalinya untuk menjelaskan betapa indahnya ciptaan Allah. 7 kalinya untuk menjelaskan betapa dahsyatnya api neraka Jahannam. 8 kali setelah itu untuk menjelaskan sifat dua surga dan penghuninya sesuai jumlah pintu surga. Dan setelah itu 8 kali disebutkan untuk menjelaskan dua surga yang berbeda dengan dua surga sebelumnya. Diulang sampai beberapa kali supaya mengingatkan, menguatkan, dan supaya kita jangan sampai lupa senantiasa bersyukur terhadap nikmat Allah yang memberikan manfaat dan faedah bagi hamba-Nya.
Mengapa pada ayat tersebut Allah menyebutkan dengan kata dusta? Mengapa tidak tolak atau ingkar atau bahkan kata yang lainnya? Allah memilih kata tersebut karena pada dasarnya kenikmatan yang Allah berikan kepada hambanya tidak dapat ditolak dan tidak dapat diingkari. Tetapi manusia bisa saja mendustakannya, mereka sebenarnya mengerti akan kebenarannya namun mereka menutupinya. “Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang kalian dustakan?”. Sepantasnya kita harus mensyukuri atas apa yang telah diberikan Allah SWT untuk kita. Atas segala apa yang ada di langit dan di bumi. Kenikmatan yang tidak dapat dijelaskan satu persatu.
Jangan meninggalkan surah Ar-Rahman, bangunlah pada sepertiga malam untuk membacanya, surat ini tidak akan menenangkan orang-orang yang munafik. Kamu semua akan menemui Allah bersama surah ini pada hari kiamat. Bila diwujudkan sebagai manusia, surah ini diwujudkan seperti manusia paling indah dan mempunyai bau yang sangat harum. Pada saat hari kiamat tiba tiada satupun yang berfiri di hadapan Allah dan dekat dengan Allah. Barang siapa yang senantiasa membaca Ar-Rahman kelak mereka akan diberi syafaat saat kiamat tiba, wajah mereka menjadi cerah, dan mereka akan tinggal di surga sebagaimana mereka kehendaki.



Biografi penulis buku:
Nama lengkap beliau adalah Ahmad Musthofa bin Muhammad bin Abdul Mun’im Al-Maraghi. Terkadang beliau juga dipanggil dengan sebutan Beik, sehingga menjadi Ahmad Musthafa A-Maraghi Beik. Di Maraghah yaitu sebuah kampung kecil di Mesir, sebuah kota di ujung barat Sungai Nil kira-kira 70 kilometer, dilahirkan pada tahun 1881 M dan kemudian kepala dusun di tempat beliau lahir itulah kemudian dihubungakn menjadi namanya. Keluarga yang sangat tetku mangabdikan pada ilmu dan pengetahuan dan peradilan secara turun temurun lah yang membuat keluarganya terkenal dengan sebuat keluarga hakim. Sepertinya, kota kelahirannya itulah yang menempel dan menjadikan nisbah bagi dirinya, tidak keluarganya. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa nama Al-Maraghi tidak pasti kepada dirinya. Beliau meninggal dunia pada usia 70 tahun di Hilwan, kota kecil yang berada pada selatan Kairo.
            Masa kekanak-kanakan beliau dilewati dalam lingkungan yang religius. Pada pendidikan dasar beliau lalui di sebuah Madrasah yang ada pada desanya, di sanalah beliau belajar Al-Quran, bacaan-bacaannya diperbaiki, dan menghafalkannya. Sehingga ia telah hafal 30 juz sebelum 13 tahun usianya. Di sisi lain, pengetahuan tajwid dan fondasi pengetahuan agama yang lainnya juga beliau pelajari. Setelah tamat pendidikan dasarnya beliau meneruskan edukasinya ke Universitas Al-Azhar di Kairo. Serta beliau menjalankan kuliah di Universitas Darul Ulum Kairo. Beliau berhasil tamat studinya pada 2 Universitas secara bersamaan. Ia pun secara langsung memperoleh pengarahan dari tokoh ternama dan yang ahli dalam bidangnya.

Berikut ini adalah gambar dari buku yang saya tafsirkan :



Kamis, 15 Februari 2018

Studi Islam Asia Tenggara

Judul buku      : Studi Islam di Asia Tenggara
Nama penulis  : Drs. Asep Ahmad Hidayat, M.Ag., Samsuddin, M.Ag., Dadan Rusmana,    M.Ag., dan Ajid Hakim, M.Ag.
Tahun terbit     : 2014
Penerbit           : CV. PUSTAKA SETIA
Kota penerbit  : Bandung

STUDI ISLAM ASIA TENGGARA

Terbukanya Letak geografis Asia Tenggara membuat agama islam masuk melalui jalur perdagangan dan secara damai. Ragam teoretis perihal tarikh masuk Islam ke Asia Tenggara, kajian Islam minoritas dan arah baru pemetaan kawasan dunia Islam, dan munculnya nasionalisme Asia Tenggara, menjadi persoalan dalam hal ini. Islam di setiap negara tentu saja bebeda, namun Islam tetap mempunyai syariat yang sama. Asia Tenggara termasuk wilayah yang sebagian besar memeluk agama Islam, meskipun hidup berdampingan dengan agama-agama lainnya.
Untuk tarikh masuknya Islam ke negara-negara di Asia Tenggara sendiri memang cukup beragam namun kebanyakan Islam masuk dibawa oleh para tokoh Muslim dan niagawan dari Arab. Namun sampai sekarang masih ada Islam yang masih menjadi minoritas di negara tertentu, misalnya di Laos dan di Timor Leste, hal tersebut karena di negara mereka masih dipengaruhi oleh agama Buddha dan Kristen. Untuk pekembangan Islam di masing-masing negara juga cukup beragam.
Dapat dikatakan masih terdapat kaum Muslim yang belum mendapat banyak kepedulian dari dunia, misalnya saja Muslim di Kamboja dan Myanmar (Burma). Umat Muslim di Myanmar masih sangat memerlukan kepedulian dunia, khususnya umat Muslim Rakhine (Rohingya), mereka selalu tidak diterima status kewarganegaraannya, sampai akses sekolah, rumah sakit pun mereka selalu dipersulit. Selain itu mereka juga disusahkan oleh peperangan, dislokasi, dan perselisihan, bahkan hingga saat ini.
            Masuknya islam di Nusantara dipengaruhi oleh pedagang, islam di indonesia tidak langsung berkembang pesat, pada awalnya terjadi berbagai bentuk pertentangan antara Islam di Indonesia dengan orang-orang Eropa pada abad ke-16 dan 17. Hal ini disebabkan karena adanya kecurangan/kekuasaan secara sepihak oleh orang Eropa khususnya di bidang perdagangan, prolifersi kristenisasi, dan adanya sikap superioritas yaitu merasa lebih unggul dari orang lain dan selalu memaksakan kehendak serta merendahkan yang lainnya, oleh orang-orang Eropa terhadap kerajaan-kerajaan Islam.  Hal tersebut berimbas terjadinya bentrokan fisik antara kerajaan Islam dengan orang-orang Eropa.
Bagian penting sebagai esensi gagasan dari gerakan pembaharuan pandangan terhadap agama Islam, yaitu mengembalikan Islam pada inti yang sebenarnya, yaitu sebagai Islam yang mutlak, benar, dan lebih khusus lagi, menjadikannya sebagai sumber dan dasar bagi peningkatan kecerdasan dan kesejahteraan umat. Kepedulian terhadap gerakan pembaharuan pandangan terhadap Islam di Indonesia dengan segala kaitannya sudah diungkapkan oleh beberapa studi, baik perihal situasi pada zaman penjajahan.

Gerakan pembaharuan islam di indonesia dengan membuat organisasi organisasi yang mengarah kepada islam yang kembali kepada aturan islam yg sesungguhnya, diantaranya adalah
a)     Jamiatul Khair, merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan islam. Hal ini merupakan gagasan dari alawiyah, yang didirikan pada tahun1901.
b)     Al-Irsyad, didirikan karena terjadinya pertentangan di Jumaitul Khair yang kemudian membuat Ahmad Soorkati keluar dari organisasi tersebut. Pada 15 Syawal 1332 H / 16 September 1914 ia mendirikan madrasah Al Irsyad Al Islamiyah dan sekaligus menjadi pemimpinnya.
c)     Sarekat Islam, organisasi yang bergerak pada bidang multi-dimensional yaitu tidak memperhitungkan kelas seperti pada umumnya organisasi. SI didirikan pada tahun 1912.
d)     Jong Islamieten Bond, JIS didirakan oleh Syamsuddin yang bertujuan untuk mempelajari dan memahami agama islam. JIS didirikan pada secara formal pada 1 Maret 1925.
e)     Majelis Syuro Muslimin Indonesia, Masyumi pada awalnya didirikan 24 Oktober 1943 sebagai pengganti MIAI karena Jepang memerlukan suatu badan untuk menggalang dukungan masyarakat Indonesia lewat lembaga agama Islam.
f)      Muhammadiyah.Muhammadiyah sering disebut sebagai gerakan pembaharuan sosio-religius. Didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, berdiri Yogyakarta pada tahun 1868 Masehi dengan nama awal Muhammad Darwis.
g)     Persatuan Islam, organisasi yang didalamnya terdapat orang orang islam dari daerah lain untuk mengadakan pembaharuan mengenaI agama islam. Persatuan islam didirikan di Bandung awal tahun 1920-an saat orang-orang Islam di daerah-daerah lain lebih dulu maju guna mengadakan pembaharuan dalam agama.
h)    Nahdatul Ulama (NU), organisasi islam yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari sekaligus ketua nya. Organisasi ini merupakan organisasi terbesar di Indonesia pengikutnya tersebar dari Sabang sampai Merauke khususnya mayoritas di Surabaya karena NU di dirikan di Surabaya.

Pada zaman reformasi terdapat partai politik yang mengikuti pemilu tidak terkecuali partai berbasis islam yang diajukan untuk mengenalkan agama islam. Pada masa pemerintahan Habibie kemanjaan terhadap partai tertentu secara relatif dan tidak terlihat. Dalam hal ini, wacana pluralisme sudah memberikan kontribusi pada pendangkalan dan penanggalan legalisme politik seseorang yang terlegalkan oleh label Islam.

ALIRAN-ALIRAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDONESIA
a)      Pemikiran Neo-Tradisional
b)      Neo-Revivalis : Hizbut Tahrir
c)      Postmodernisme-Islam
d)     Islam Liberal : Jaringan Islam Liberal (JIL)

BEBERAPA TOKOH PEMBAHARU ISLAM DI INDONESIA
a)      Harun Nasution
Beliau dikenal sebagai pemikir rasionalnya Indonesia, ia pun mengklaim dirinya sebagai neo-Mu’tazilah.
b)      Abdurrahman Wahid (Gusdur)
Meskipun kontroversial dengan pernyataannya yang kerap memunculkan polemik di kalangan masyarakat, beliau dikenal sebagai sosok yang mencintai akan kedamaian.
c)      Nurcholis Majdid (Cak Nur)
Beliau merupakan simbol pembaruan gagasan dan gerakan Islam di Indonesia.
d)     Amien Rais
Seorang tokoh reformis yang komitmen, lugas, dan apa adanya yang menjadikannya sebagai seorang tokoh yang membuat kagum dan merupakan public figure.



Rabu, 22 November 2017

Uniknya Masjid "Tiban" Mbah Toleh


Niken Meganingtyas/1C/Perbankan Syariah/175231115

Masjid Baiturrahman adalah masjid yang terletak di Klaten tepatnya di Dukuh Jrebeng Rt.03/Rw.01, Desa Jambukidul, Kecamatan Ceper. Masjid Baiturrahman adalah masjid yang berdiri sejak tahun 1811, bukti itu dapat dilihat pada mustaka (kepala dalam bahasa Jawa) terdapat tulisan bahwa masjid tersebut berdiri pada tahun 1811. Bangunan Masjid Baiturrahman tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Masjid ini terletak pada tempat yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah masyarakat. Mengapa saya memilih Baiturrahman sebagai objek observasi saya? Karena memang  yang tampak dari luar Masjid Baiturrahman hanyalah masjid biasa seperti masjid-masjid pada umumnya. Itulah yang menyebabkan saya memilih Masjid Baiturrahman sebagai sasaran objek observasi saya. Dari yang terlihat biasa-biasa itulah saya ingin membuktikan apakah benar Masjid Baiturrahman tidak mempunyai keunikan? Apakah Masjid Baiturrahman hanyalah masjid biasa seperti yang saya pikirkan?
Ternyata setelah saya mencoba mencari informasi dari mulut ke mulut tentang masjid ini, saya menemukan sebuah objek yang ingin saya ketahui lebih mendalam lagi tentang masjid ini. Yaitu, mengapa masjid ini disebut sebagai masjid “tiban”? Siapakah Mbah Toleh itu? Mengapa setiap pengantin baru harus diarak mengelilingi masjid ini? Lalu saya mencoba menggali informasi ini dengan berwawancara dengan Bapak Padyo Sugito. Saya mewawancarai beliau karena beliau selaku ketua takmir Masjid Baiturrahman. Dan karena saya rasa informasi tersebut kurang lengkap, maka saya kembali melakukan wawancara dengan Bapak Sujamto, beliau memang tidak ada hubungan yang begitu erat dengan masjid, namun beliau sedikit mengetahui seluk beluk tentang Masjid Baiturrahman. Selain berwawancara, saya pun melakukan observasi terhadap masjid tersebut dengan melihat interiornya, arsitekturnya, fasilitasnya, dan lain sebagainya.
 
Mengapa disebut dengan masjid “Tiban”?
Masjid Baiturrahman ini tidak diketahui siapa yang membangunnya, maka orang-orang sekitar sering menyebut masjid ini sebagai “masjid Tiban”. Tiban sendiri berasal dari kata “tiba” bahasa jawa-indonesia yang berarti menerima sesuatu dari atas atau jatuh. Masjid tersebut sudah sekian lama adanya sehingga tidak ada yang tahu secara pasti kapan masjid tersebut dibangun dan siapa pendirinya. Tetapi menurut penelitian, yang jelas masjid tersebut dibangun oleh orang Islam. Menurut penyelidikan Bapak Syamsuddin masjid ini diprakasai oleh Kyai Baharuddin atau yang lebih dikenal dengan nama “Mbah Toleh”. Jaman dahulu desa ini sudah terdapat orang-orang pemeluk agama Islam, buktinya terdapat sebuah makam di sekitar masjid yang bernama Makam Kauman, itu berarti desa tersebut desa Kauman yang merupakan nama beberapa daerah yang banyak dihuni oleh orang muslim.
Untuk pemberian nama Baiturrahman sendiripun tidak ada yang mengetahui siapa yang menamai masjid tersebut karena saking lamanya masjid tersebut berada. Berhubung dahulu masih hanya terdapat 2 masjid di daerah ini, maka dinamailah Baiturrahman dan Baiturrahim, yang artinya Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Masjid Baiturrahim sendiri berada lumayan jauh dari Masjid Baiturrahman. Dahulu, masjid juga sudah seperti saat ini, terdapat serambi tetapi dahulu serambinya masih berwujud tanah yang diberi batu bata, atau seperti tembok yang belum dilepo. Untuk dusun Jrebeng sendiri, nama Jrebeng tersebut juga sudah lama adanya, tidak ada yang mengetahu siapa yang menamainya. Lalu dengan pohon asem yang tumbuh di seberang jalan selatan masjid, pohon tersebut juga tidak diketahui siapa yang menanamnya, orang-orang hanya mengetahui pohon tersebut sudah tumbuh besar seperti yang sekarang ini.

Masjid untuk hajatan dan pergelaran wayang
Pada zaman dahulu masjid ini sering digunakan warga untuk mengadakan syukuran ataupun hajatan, ketika seseorang mempunyai keinginan dan kemudian keinginan tersebut terwujud maka orang tersebut akan membuat asum dhahar atau syukuran yang dilaksanakan di masjid, sampai sekarang pun masih ada yang dilakukan yaitu pada setiap malam Jumat. Misalnya seseorang yang anaknya sedang sakit yang kemudian jika sudah sembuh ia akan mengadakan syukuran di masjid ini, yang paling sering dilaksanakan yaitu pertunjukan ledek ataupun wayang. Selain di Masjid Baiturrahman, terdapat juga tradisi-tradisi yang masih dilakukan sampai sekarang ini.
Pada sendang-sendang (sumber air) pada waktu tertentu, misalnya di Sendang Soka ketika memperingati 1 Muharram atau 1 Suro atau tahun baru Islam orang-orang akan mengadakan pertunjukkan wayang di Sendang Soka sebagai wujud rasa terima kasih terhadap sendang tersebut berkat sumber airnya yang mengalir ke pertanian sehingga dapat menghidupi dan memberi penghasilan kepada warga-warga disekitarnya. Selain itu di Sendang Tirta Sinangka atau yang lebih akrab disebut dengan Sendang Pokak, pada saat-saat tertentu akan mengadakan tradisi besik sendang, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat sekitar sendang untuk membersihkan sendang tersebut. Biasanya pada acara tersebut akan disembelih kambing sebagai hidangan, hidangan untuk acara tersebut dan untuk dibagikan ke warga sekitar sendang tersebut.

Pengantin yang diarak mengelilingi masjid
Dari cerita mulut ke mulut yang saya dengar bahwa setiap pengantin sesudah saling dipertemukan mereka akan diarak mengelilingi masjid. Bagaimana penjelasannya? Keunikan masjid ini adalah ketika ada orang yang menikah kedua mempelai akan diarak warga mengelilingi masjid. Itu sebenarnya hanyalah sebuah tradisi yang tidak wajib dilakukan. Islam sendiri tidak mengajarkan tradisi-tradisi seperti itu. Masyarakat sekitar mempunyai keyakinan apabila pengantin telah saling dipertemukan, mereka akan diarak mengelilingi masjid dengan harapan supaya pengantin tersebut diberi keberkahan, kesejahteraan, bertahan sampai menjadi kakek nenek, dan agar kelak keluarganya menjadi keluarga yang senantiasa bahagia. Intinya adalah mereka melakukan itu untuk meminta keberkahan bagi sang pengantin dari masjid, yang realitanya keberkahan itu datangnya hanya dari Allah SWT, tetapi itulah keyakinan orang-orang pada zaman dahulu.
Sampai saat ini pun tradisi tersebut masih dilakukan tetapi tidak semuanya, itupun tergantung dengan keyakinan masing-masing orang. Untuk jumlah putaran ketika mengelilingi masjid sendiri tidak ditentukan, itu tergantung dari niat orang-orang yang melakukannya semau mereka. Tapi biasanya mereka melakukan itu dalam hitungan ganjil misalnya : 1 kali, 3 kali, ataupun 7 kali, itu pun juga kembali ke kepercayaan orang-orang yang melakukannya.

Batu persegi makam Mbah Toleh
Setelah saya melakukan observasi terhadap masjid, saya pun dibuat penasaran dengan apa yang ada di sudut selatan ruangan masjid sebelah barat. Di situ terdapat sebuah ruangan yang di dalamnya ada batu cukup besar yang ditutupi dengan kain putih, kemudian ditutup dengan pintu berupa jaring-jaring kawat, dan pada waktu tertentu tempat tersebut diberi seperti sesajen, ataupun yang biasa disebut dengan “guwaki”. Ruangan itu tidaklah lebar dan besar, tetapi ruangan itu hanyalah sempit yang berukuran 1 meter2. Itu sebenarnya hanyalah ruangan yang dipindah yang dulunya ruangan itu berada di selatan masjid tepatnya di jalan selatan masjid. Dahulu di tengah jalan tersebut terdapat batu-batuan, menurut orang-orang jaman dahulu batu-batu tersebut adalah Mbah Toleh, yang bila difikir dengan akal sehat hal itu sangatlah tidak mungkin.
Jaman dahulu di tempat itu terdapat banyak batu, ada yang berbentuk persegi yang tebal, bundar seperti kendang, dan berbagai bentuk lainnya. Diantaranya ada yang kemudian diambil oleh Dinas Kepurbakalaan, dan batu yang masih tersisa itu dulunya hanya dipagari oleh tembok dan mengganggu karena jalan menjadi sempit. Pada saat masjid mengalami renovasi batu tersebut dipindahkan di sudut ruangan selatan sebelah barat masjid supaya tidak mengganggu jalan. Sampai sekarang pun bila waktu-waktu tertentu selalu diberi kembang dan sebagainya. Dan apabila ada orang hajatan tempat tersebut selalu diberi makanan yang disebut “guwaki” atau dalam bahasa Indonesia artinya buangan/membuang.

Segi bangunan Masjid Baiturrahman
Jika dilihat dari segi bentuk bangunannya, tidak ada yang unik dari masjid ini. Masjid ini berwarna seperti kebanyakan masjid pada umumnya, yaitu berdominasi warna hijau dan sedikit warna putih. Hal tersebut karena warna hijau dan putih adalah warna kesukaan Baginda Rasulullah SAW. Warna hijau sendiri yang bisa membuat pandangan jadi nyaman, melambangkan kesejukan dan kesegaran, hal tersebut dimaksudkan supaya orang-orang yang melaksanakan ibadah utamanya sholat bisa merasakan kenyamanan dan kesejukan sehingga dapat lebih khusyuk. Warna putih melambangkan kesucian. Masjid adalah rumah Allah sehingga harus terjaga kesuciannya. Hal itu bisa dilihat pada pagar masjid, keramik masjid, hiasan-hiasan/gambaran pada masjid, bahkan sebagian tembok dicat dengan warna hijau. Warna putih dapat dilihat dari sebagian besar keramik lantai, bagian langit-langit masjid, dan sebagian tembok masjid.
Memang tidak ada yang perlu diperbincangkan mengenai segi bentuk masjid, hanya saja mungkin dasar Islam seperti Rukun Islam dapat tertera pada jumlah pintu yang berada di masjid yaitu berjumlah 5 pintu, 3 pintu berada di bagian depan untuk pintu masuk utama dan 2 pintu berada di bagian samping kanan dan kiri masjid. Seperti masjid pada umumnya, di masjid Baiturrahman ini juga terdapat kubah yang diatasnya terdapat tulisan nama Allah. Kubah sendiri sebenarnya hanyalah sebuah tradisi, sekalipun terdapat masjid yang tidak ada kubahnya tetap saja “sah” sebagai masjid. Untuk tulisan nama Allah diatas kubah itu berarti bahwan Allah lah yang Maha Segalanya, yang menciptakan bumi dan seisinya termasuk makhluk hidup.
Untuk aula utama dibagi menjadi dua horizontal, yang kanan untuk wanita dan yang kiri untuk para laki-laki. Untuk tempat wudhu juga seperti itu, untuk wanita tidak bercampu dengan pria agar tidak saling bersentuhan. Di sebelah mimbar kanan kirinya juga terdapat ruangan khusus, yang kiri adalah ruangan untuk menyimpan sound system, dan yang kanan difungsikan sebagai gudang. Di masjid ini kita akan menemukan berbagai fasilitas, antara lain seperti : kipas angin, mimbar masjid, mukenah, Al-Quran, buku-buku bacaan Islami, sajadah, jam digital 5 waktu, bedug, papan pengumuman, stop kontak, gudang, sound system, dan lain-lain. Di sebelah utara masjid juga terdapat ruangan tambahan yang cukup luas untuk orang-orang yang ingin melaksanakan sholat di dalam masjid.

Keadaan masjid pada zaman dulu
Jauh sebelum G30SPKI, ketika bulan Ramadhan masjid hanya masih digunakan untuk sholat tarawih. Zaman dahulu anak-anak kecil ketika mengikuti sholat tarawih tidak mengikuti sholatnya, tetapi hanya disuruh duduk dan diam, karena mereka dulu tidak ada yang mengajarinya sholat melainkan hanya diajari mengaji. Pada tahun 1965 pada saat PKI sedang gencar-gencarnya melakukan pemberontakan, masjid  tersebut dalam keadaan kosong dan dikunci, selanjutnya pada tahun setelah 1965 dilakukan operasi oleh pemerintah untuk melakukan pencarian terhadap anggota-anggota PKI, akhirnya masjid tersebut dibuka dan digunakan untuk umum. Kegiatan di masjid ini menjadi lebih baik pasca kejadian G30SPKI, masjid tersebut sudah mulai digunakan untuk sholat Jumat dan Idul Fitri ataupun Idul Adha. Selanjutnya, dibentuklah seorang modin. Adanya kegiatan pengajian pertama kali di masjid tersebut dimulai oleh orang-orang pesantren.

Masjid sebagai segala pusat kegiatan
Hampir semua kegiatan baik yang keislaman atau kerohanian maupun yang non seperti kegiatan sosial dilaksanakan di Masjid Baiturrahman. Kegiatan yang termasuk dalam kerohanian misalnya, pengajian yang dilaksanakan setiap minggunya yaitu pada hari Rabu malam, atau yang biasa disebut oleh warga sekitar yaitu Mujadahan Malam Kamis, pengajian tersebut diikuti oleh semua kalangan, tetapi mayoritas bapak-bapak dan ibu-ibu. Remaja jaman sekarang jarang sekali bahkan tidak mau mengikuti acara-acara rohani seperti pengajian tersebut, mereka telah asyik dengan kegiatan remaja kekiniannya. Masih banyak lagi kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahman, misalnya setiap hari-hari besar Islam, seperti Idul Adha dan Idul Fitri, semua warga bahkan luar desa banyak yang memilih mengikuti sholat di Masjid ini, termasuk jika Sholat Jumat juga.
Mungkin memang karena letak masjid yang cukup strategis yaitu di tengah-tengah masyarakat jadi di masjid inilah yang menjadi pusat kegiatannya. Terlebih ketika sholat Idul Fitri sampai luber karena melebihi kapasitas masjid, sampai ada yang sholat di jalan, di MI juga. Tetapi untuk sholat Idul Adha sendiri lebih sedikit daripada Idul Fitri. Dulu hampir setiap harinya adek-adek TPA mengaji di Masjid Baiturrahman, tetapi sekarang tidak. Sekarang mereka memilih mengaji di rumah-rumah yang biasanya digunakan untuk mengaji, misalnya saja di rumahnya pak lurah atau rumah pak ustadz. Yang menjadi permasalahan adalah tidak adanya guru yang mengajar mengaji. Untuk bulan Ramadhan Alhamdulillah setiap harinya masjid ini tidak pernah sepi, setiap harinya digunakan untuk sholat tarawih, setelah itu biasanya ibu-ibu dan beberapa remaja tadarusan Al-Quran, pengajian rutin, pengajian Ahad pagi, acara buka bersama, dsb.
Untuk acara-acara sosial pun hampir semuanya dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, misalnya lomba 17 Agustus yang dilaksanakan di lapangan kecil selatan masjid, tirakatan, lomba-lomba, bazar buku, pasar murah, pengobatan gratis dan masih banyak sebenarnya.
Selain itu semua, masjid juga sering digunakan untuk tempat latihan qasidahan oleh remaja-remaja yang terkumpul dalam kelompok hadroh, tetapi sekarang tidak sama sekali, mungkin karena para remaja itu sudah tidak tertarik lagi dengan hal-hal tersebut. Selain untuk latihan, masjid juga pernah digunakan untuk tempat pentas ataupun lomba hadrohan, yaitu ketika pengajian rutin Ahad Pon maupun even-even tertentu. Untuk acar apapun pasti semua orang memilih masjid sebagai pusatnya, atau tempat berkumpul, ya karena itu tadi, masjid ini terletak cukup strategis sehingga orang yang dari barat, timur, selatan, dan utara dapat berkumpul jadi satu disini.

Kekurangan dari Masjid Baiturrahman
Kekurangan dari Masjid Baiturrahman samapai sekarang ini adalah minimnya orang yang paham akan agama, sehingga ketika ada khotbah seperti ketika Sholat Tarawih, Sholat Jumat, Sholat Idul Fitri maupun Idul Adha, khotibnya berasal dari luar daerah.
Memang kalau dari segi bangunan masjid ini tidak ada yang unik, bangunan tersebut dari masa ke masa sudah ada yang diganti materialnya. Dulunya di dalam masjid ini terdapat 4 tiang/cagak, namun sekarang sudah tidak ada. Terlebih setelah gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 masjid ini mengalami keretakan yang cukup parah sehingga harus mengalami renovasi. Dana perbaikan masjid sebagian besar berasal dari Koperasi Batur Jaya, pemerintah malah tidak sedikitpun memberi bantuan pasca gempa tersebut. Selain itu, dana masjid terkumpul dari swadaya masyarakat, iuran-iuran, infaq, sedekah masyarakat dan donasi-donasi para dermawan setempat.






Refleksi :
Kata “masjid” tentunya sangat berkaitan erat dengan peradaban Islam. Masjid Baiturrahman ini dibangun pada tahun 1811, tidak dapat dipungkiri bahwa pada tahun tersebut masih banyak masyarakat yang belum begitu paham dengan keberadaan masjid untuk apa dan apa itu Islam. Mungkin memang dari zaman nenek moyang kita mereka sudah menganut agama Islam, namun mereka hanya sebatas tahu karena kurangnya ilmu pengetahuan terutamanya tentang Islam. Buktinya saja dari cerita diatas pada zaman dahulu masjid ini belum digunakan secara maksimal sebagai tempat ibadah. Namun seiring perkembangan zaman dan semakin banyaknya ulama-ulama, habib-habib, ustad-ustad, menjadikan membantu dan mensosialisasikan apa itu Islam sehingga kini masjid digunakan sebagai tempat ibadah yang utama. Yang awalnya masjid hanya digunakan untuk tarawih, hingga dapat melaksanakan sholat 5 waktu, sholat Ied dan sholat Jumat untuk umum di masjid tersebut.
Sejarah Masjid Baiturrahman sendiri tidak terlepas dari tradisi-tradisi yang begitu kental akan ketidak masuk akalannya. Misalnya saja pengantin yang diarak mengelilingi masjid, sampai batu yang dianggap sebagai makam Mbah Toleh. Seiring berjalannya waktu, kini tradisi-tradisi tersebut mulai hampir hilang. Cerita tersebut tidak terlepas dari cerita Nabi Muhammad ketika menyebarkan agama Islam. Masayarakat Arab yang awalnya sama sekali tidak tahu tentang Islam dan masih kental dengan tradisi-tradisi Quraisynya. Lambat laun akhirnya tidak sedikit masyarakat yang dapat menerima Islam, sampai akhirnya Islam sekarang begitu banyak penganutnya.

Lampiran:
Hasil Plagramme.com